Standard Operating Procedure (SOP) Laundry Kiloan

Berikut ini adalah tahap-tahap untuk mengoperasikan usaha laundry dengan jalur yang sesuai standar laundry kiloan:

 

I. Operasi Laundry

 

1.Penerimaan Cucian

Penerimaan cucian adalah tahap awal dimana Anda akan melakukan proses cuci-mencuci. Terimalah pakaian tersebut, jangan lupa untuk menimbang dengan akurat, hitung berapa banyak helai pakaian yang Anda terima dan jangan lupa buatkan nota untuk tanda pengerjaan.

 

Catatan                : Terima jasa laundry ialah dengan beban pakaian kotor, bukan beban pakaian bersih yang telah siap. Jangan sampai keliru dengan hal seperti ini.

 

2. Pemilihan / Seleksi Pakaian

Pisahkanlah jika diantara pakaian tersebut memiliki jenis pakaian yang sensitif terhadap mesin, air atau pun kimia laundry, pakaian yang memiliki kadar luntur yang masih tinggi. Dengan adanya pemisahan tersebut tujuan untuk menghindarkan resiko yang akan terjadi nantinya.

 

3. Penandaan (Tagging)

Jika  konsumen A memiliki pakaian yang beratnya hanya setengah dari kapasitas dan konsumenB mempunyai hal yang sama, buatlah penandaan jika akan dikerjakan dalam mesin yang sama. Tandakan pakaian salah satu diantara konsumen A atau B, gunakan alat khusus penandaan (tag gun), benang tanda (nylon pin), kain penandaan (label pin). Hal ini berfungsi agar antara pakaian konsumen A-B tidak tertukar.

 

4. Proses Mencuci

Setelah penandaan tersebut sudah selesai, selanjutnya adalah proses mencuci. Yang dimana standar usaha laundry memiliki tahap ‘Pra Cuci – Cuci – Bilas+Pelembut – Pengeringan Ekstrak(Lembab).

  1. Pra Cuci : berfungsi untuk merendamkan pakaian sebelum proses cuci, hal ini bisa membantu untuk mengangkat kotoran yang berat, sehingga pada saat cuci, tidak ada sisa kotoran yang menempel. Bisa mengguunakan kimia khusus yang telah tersedia di agen kimia laundry.
  2. Cuci adalah : proses dimana pakaian dibersihkan dalam waktu -+ 45 – 60 menit, agar segala kotoran yang menempel pada pakaian terangkat, menghasilkan pakaian yang bersih.
  3. Bilas+Pelembut : ini adalah tahap membilas pakaian yang dimana pelembut akan ikut berperan untuk menetral kadar sabun yang berlebihan pada pakaian.
  4. Pengeringa Ekstrak(Lembab) : sampailah pengerjaan dititik akhir, yang mana pakaian akan dikeringkan dari kadai air / basah dan saat selesai pakaian hanya tinggal dikeringkan 100% dengan tenaga surya matahari atau tenaga mesin pengering.

 

Catatan : Untuk pakaian yang memiliki kotoran membandel, warna pudar, kotoran berminyak disarankan menggunakan kimia khusus sesuai dengan kebutuhan. Bermaksud untuk memberi hasil bersih yang memuaskan.

 

5. Pengeringan 100% dari Kadar Air

Mengeringkan pakaian dari kadar air bisa Anda gunakan dengan tabir surya / matahari atau bisa menggunakan mesin pengering (dryer). Hal ini lah yang sangat mempengaruhi hasil pengeringan. Jika beberapa konsumen menggunakan jasa proses cuci 3 Hari, bisa Anda gunakan matahari (jika cuaca mendukung) namun konsumen yang menggunakan jasa cuci cepat bisa Anda gunakan mesin pengering. Pengusaha laundry di wajibkan memiliki mesin pengering minimal 1 Unit, hal ini disebabkan mana kala cuaca tidak memiliki sinar matahari, dari mana Anda mendapatkan hasil kering kalau bukan dari dryer.

 

6. Penyetrikan

Setrika pakaian setelah pengeringan selesai, waktunya memberi sentuhan akhir yang rapi dan wangi. Gunakan suhu setrika sesuai dengan jenis pakaian, hindarkan suhu panas yang berlebihan agar tidak terjadi resiko hangus. Jika pakaian tersebut memiliki gambar / sablon disarankan setrika dari bagian dalam gambar.

 

7. Sentuhan Terakhir

Sentuhan terakhir ini  jangan sampai terlewatkan untuk dikerjakan, karena ini adalah andalan Anda untuk mendapatkan konsumen tetap. Sebagain besar orang pastinya menyukai wewangian, termasuk Indonesia. Nah, berilah sentuhan aroma dari parfum laundry yang telah Anda miliki, karena wewangain adalah aroma terapi untuk memberikan rasa percaya diri yang nyaman. Lakukan penyemprotan parfum laundry di setiap selah tumpukan pakaian, kanan – kiri, atas – bawah dan depan – belakang sebelum pengepakkan dalam plastik laundry.

 

 

Tahap – tahap tersebut adalah standarisasi prosesedur pengoperasian usaha laundry kiloan. Hal tersebut tidak bisa digunakan untuk sistem cuci satuan, karena memiliki cara yang berbeda.

 

II. Pembersihan Mesin

 

1. Mesin Cuci

Bersihkanlah mesin cuci Anda seusai pemakaian, bersihkan bagian dispenser / tempat penuangan kimia laundry sampai bersih, usapkan lingkaran perekat pintu(door gasket) dan drum agar sisa air cepat mengering. Hal ini mencegah terjadinya penimbulan jamur yang dikarenakan lembab. Dan untuk pintu jangan ditutup rapat, agar mendapatkan sirkulasi udara.

 

2. Mesin Pengering

Mesin pengering selain berfungsi untuk mengeringkan pakain secara maksimal, tetapi membantu mengangkatkan debu-debu yang menempel pada pakaian. Disarankan untuk mesin pengering setiap sekali pemutaran(dengan kapasitas bervariasi), selalu bersikan filter yang terdapat pada depan lingkaran pintu. Hal ini harus dilakukan, agar tidak terjadinya penyumbatan di dalam mesin. Dan untuk di bagian selang pembuangan (fleksibel), bersihkan 2 minggu sekali.

 

Catatan : Jauhkan kabel listrik mesin pengering dari bagian belakang mesin. Karena mesin pengering memiliki penghantar panas yang bisa melelehkan kabel tersebut.

 

 

Hal ini dilakukan memiliki keuntungan untuk usaha Anda, semakin Anda peduli dengan mesin yang dimiliki, semakin baik pula mesin tersebut bekerjanya.

 

 

III. Pemilihan Kimia Laundry

 

Untuk kimia laundry, lebih telitilah untuk pemilihannya dan bisa membedakan fungsi dari setiap jenis-jenis kimia laundry yang tersedia. Berikut jenis-jenis kimia yang tersedia di pasaran maupun di agen kimia laundry :

 

1. Sabun Cair (Detergent Liquid)

Fungsi sabun cair adalah untuk mengangkat noda lemak yang membandel dari pakaian. Dan sabun cair direkomendasikan untuk mesin cuci buka depan (front loading)

 

2. Sabun Bubuk (Detergent Powder)

Sabun bubuk biasa digunakan untuk mesin cuci buka atas (top loading), tetapi ada beberapa sabun bubuk yang direkomendasikan untuk mesin buka depan (front loading). Teatapi tetap harus cermat untuk memilih sabun.

 

3. Pelembut (Softener)

Pelembut berperan sebagai penetralisir kadar busa yang tersisa di pakaian, jadi jangan beranggapan pelembut ini adalah pewangi untuk pakaian. Wangi yang disajikan adalah variasi agar konsumen tertarik

untuk memilihnya.

 

4. Pelicin

Pelicin ini digunakan untuk membantu pada saat penyetrikaan pakaian agar tidak kusut.

 

5. Pewangi (Parfum)

Pewangi adalah sentuhan terakhir pada pakaian. Setelah pakaian selesai di setrika, diamkan sampai hilang hawa panasnya. Lalu berikan semprotan pewangi ke pakaian dan kemaslah pakaian ke dalam plastik laundry.

 

IV. Tata Cara Penandaan Pakaian (Tagging)

 

Berikut adalah cara melakukan penandaan pada pakaian yang baik dan benar :

 

Siapkan pakaian yang akan ditandakan, penandaan ini bermaksud untuk memberi inisial pakaian agar tidak tertukar antara konsumen ke konsumen yang lain. Pastikan alat penanda sudah disiapkan seperti : tag gun, tag pin dan label pin. Masukkan tag pin dalam tag gun, pastikan tagi pin dalam posisi pas, lalu sediakan label pin yang telah berada dalam jarum tag gun, carilah posisi penandaan yang pas dan tembakkanlah tag gun sampai tag pin tembus pada pakaian. Untuk penempatan tag pin harus posisi yang terlindungi, bermaksud menghindarkan dari panas mesin pengering dan tertatik dari pakaian yang lain. Posisikan tag pin pada dalam pakaian, agar perlindungannya lebih aman. Setelah pakaian diseleksi untuk di setrika, jangan lupa untuk melepaskan tag pin dan label pin tersebut dari pakaian.

 

V. Perhitungan / Estimasis Biaya Produksi

 

 

Bagaimana  cara untuk memprediksi berapakah pendapat bersih setiap pemasukkannya???.  Berikut langkah-langkah penghitungannya :

 

  1. Perhitungan pemakaian bahan kimia dalam per 1 Kg pakaian :

 

 

Rumus mℓ dari ℓ

1ℓ = 10 dℓ = 100 cℓ = 1.000 mℓ

1ℓ = 1.000 mℓ

 

Estimasi harga kimia :                                             Berarti berapakah harga kimia laundry dalam mℓ ?

Sabun cair   : Rp. 60.000 (5)                                Rp. 60.000 : 5.000 mℓ = Rp. 12/m

Pelembut    : Rp. 42.500 (5)                                Rp. 42.500 : 5.000 mℓ = Rp. 8,5/m

Pelicin           : Rp 37.500 (5)                                 Rp. 37.500 : 5.000 mℓ = Rp. 7,5/m

Pewangi       : Rp. 145.000 (5)                             Rp. 145.000 : 5.000 mℓ = Rp. 29/m

 

Dalam 1 Kg pakaian memakai kimia laundry :

Sabun cair   : 5 mℓ x Rp. 12 = Rp. 60

Pelembut    : 5 mℓ x Rp. 8,5 = Rp. 59,5

Pelicin           : 5 mℓ* x Rp. 7,5 = Rp. 37,5

Pewangi       : 5 mℓ* x Rp 29 = Rp. 145

Total                                              —————- +

                                                        = Rp. 302

 

Catatan        : *Cara menghitung mekanis pemakaian Pelicin dan Parfum adala :

                          100 mℓ/cc = 200 kali semprot, berapakah untuk 1mℓ/cc?

                          Jadi 100ml/cc : 200 = 0,5 mℓ/cc untuk 1 kali semprot

                          Asumsi 1 kali semprot = 0,5 mℓ/cc

                          Dengan harga kimia laundry :

                          Pelicin Rp. 7.500/ℓ = Rp. 7,5/mℓ/cc

                          Pewangi Rp. 29.000/ℓ = Rp. 29/mℓ/cc

                          Jadi, 1 Kg pakaian jika disemprotkan sebanyak 10 kali, maka biaya :

                          Pelicin : 0,5 mℓ/cc x 10 kali x Rp. 7,5 = Rp. 37,5                    

Pewangi : 0,5 mℓ/cc x 10 kali x 29 = Rp. 145

 

 

  1. Perhitungan pemakaian daya listrik dalam per 1 Jam :

 

 

Misal dalam usaha laundry Anda menggunakan alat mesin cuci 250W, mesin pengering 150W dan setrika pakaian 250W, digunakan dalam 8 jam per hari, tempat usaha Anda termasuk dalam tarif listrik golongan R-1 dengan daya 1.300 W. Berapakah perhitungan daya yang di gunakan dalam per jam?

 

Rumus Hitung kWH

kWH pemakaian listrik = daya listrik x lama pemakaian (jam)

kWH pemakaian alat mesin dalam per jam = 250 + 150 + 250 = 650 W x 1 Jam = 650 WH = 0,65 kWH

Berapa biaya listrik per jam?

 

 

Rumus Biaya listrik

Biaya listrik = Pemakaian kWH x Tarif Dasar Listrik (TDL)

Biaya listrik standar penggunaan usaha laundry dalam per jam = 0,65 x Rp. 790 = Rp. 513,5. Jika dalam sebulan, berapakah biaya yang harus dikeluarkan ?. Rp. 513,5 x 30 hari = Rp. 15.405.

 

Akan tetapi jangan heran kalau hitungan anda masih beda dengan tagihan PLN. Hal ini karena masih ada biaya beban selain biaya pemakaian. Rumus tersebut hanyalah estimasi / bayangan perkiraan biaya untuk produksi laundry.

 

 

Apa yang telah di buatkan adalah SOP Laundry Kiloan, lakukanlah tahap-tahap seperti diatas. Semakin teratur, semakin puas juga hasil apa yang Anda kerjakan. Semoga dengan SOP ini dapat membantu Anda untuk menjalankan usaha laundry kiloan dan sukses selalu untuk kedepannya.

5 thoughts on “Standard Operating Procedure (SOP) Laundry Kiloan

  1. Pingback: Micheal
  2. Pingback: Gregory Smith

Leave a Reply